Perlukah Anda berbisnis??

Dalam buku “The Cash Flow Quadrant”, buah karya Robert T. Kiyosaki yang merupakan Pakar Investasi di Amerika, dijelaskan ada dua paradigma atau dua pola pikir manusia dalam mencapai prioritas dalam hidupnya.

Yang pertama adalah Paradigma Umum, dimana paradigma ini dilakoni oleh sebagian besar warga dunia, kurang lebih 85% orang didunia menggunakan pola pikir seperti ini. Dimana dalam pola pikir ini, orang harus BEKERJA, dari bekerja ia mendapatkan UANG atau PENGHASIAN, GAJI, dan dari uang/gaji tersebut ia dapat menggunakan untuk membangun prioritas dala hidupnya. Pola seperti ini tentunya tidak salah. Dan memang benar seperti itu adanya. Dari kita kecil, bersekolah, kita sudah diajarkan pola pikir seperti itu. Yaitu “Sekolahlah yang pintar, kuliah yang benar, hingga nanti kelak lulus dengan IP besar, dan dapt bekerja di Perusahaan Besar”. Pola pikir seperti inilah yang mengharuskan kita berada di kuadran kiri, dalam buku “The Cash Flow Quadrant” dijelaskan pula ada dua kuadran, yaitu kuadran kanan, dan kiri. Anda yang sedang menjalankan Paradigma umum berada di Kuadran Kiri. Dari Cleaning Service hingga CEO Anda tetap berstatus Employee. Selain itu, kuadran kiri juga berisi pekerja-pekerja lepas atau kita kenal dengan “self employee”. Dari artis, pengacara, dokter, mereka juga menempati posisi kuadran kiri. Dimana penghasilan yang mereka dapat itu ialah ‘active income’. Tanpa mereka semua bekerja, sekalipun seorang CEO maka penghasilan akan berhenti. Atau bagi yang self employee, sebagai contoh, jika seorang pengacara tidak membela client-nya maka penghasilan pun tidak ada. Jadi, itu dia mengapa paradigma umum ini sangat beresiko sekali terhadap rencana-rencana masa depan kita. Karena Pastinya setiap manusia tidak mungkin sepanjang hidupnya terus menerus bekerja. Kalau begitu kapan waktu untuk menikmati kerja keras kita? apakah hanya akan dinikmati dimasa tua saja, atau menikmatinya saat anda memang benar-benar dalam keadaan yang segar-bugar menikmati prioritas hidup anda yang telah tercapai!

Untuk itulah, ada satu lagi pola pikir yang dikenal dengan paradigma sukses. Tidak banyak orang yang melakoni pola pikir seperti ini. Dalam paradigma ini, kita juga sama dengan paradigma umum, yakni kita juga harus BEKERJA untuk MEMBANGUN ASET dan dari aset tersebut, kita mendapatkan UANG/PENGHASILAN untuk mewujudkan prioritas hidup kita. Nah jika anda berada dipola pikir seperti ini, SELAMAT untuk anda. Karena Anda telah berada pada titik AMAN. Pola pikir seperti ini merupakan pola pikir dalam kuadran kanan, yang memungkinkan Anda mendapatkan Passive income. Yakni Uang Yang BEKERJA untuk ANDA, bukan ANDA lah yang BEKERJA untuk UANG.

Bedanya dengan Pola Pikir yang pertama ialah terletak pada satu kata, yakni “ASET”. Dalam paradigma sukses kita bekerja membangun sumber uang kita, sehingga nanti bila saatnya kita sudah lelah dengang pekerjaan dan ingin berhenti bekerja, gantilah aset kita yang akan bekerja buat kita. Sehingga kita mendapatkan uang yang berasal dari “PASSIVE INCOME”.

Jadi, Pilihlah sendiri jawaban Anda dari pertanyaan diatas. Saran saya, jika Anda ingin berpindah kuadran, anda harus teliti menentukan bisnis apa yang ingin anda lakoni untuk mendatangkan penghasilan pasif buat anda. Dan, anda juga harus cermat memilih bisnis yang dapat dipertanggungjawabkan. Karena meledaknya buku “The Cash Flow Quadrant” menjadi Best seller tujuh tahun berturut-turut, membuat maraknya perusahaan dan bisnis-bisnis yang tidak dapat dipertanggungjawabkan mengatasnamakan “aset”.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.